Sebelum mempelajari matematika lebih dalam, alangkah baiknya jika kita mengetahui sejarahnya. Secara umum, kita dapat mendefinisikan sejarah matematika sebagai sebuah penyelidikan terhadap asal mula matematika itu ada dan perjalanan matematikawan yang melakukan usaha-usaha dalam setiap penemuannya. Dengan menggunakan logika, matematika berkembang dari pencacahan, perhitungan, pengukuran dan pengkajian yang sistematis.
Dalam belajar matematika, tentu kita tidak pernah terpisah dari apa yang kita sebut bilangan. Bilangan adalah suatu objek matematika yang digunakan dalam pencacahan dan pengukuran. Perlu kita ketahui, bilangan dan angka itu berbeda. Mungkin diantara kita, ada yang belum mengetahui tentang adanya perbedaan itu. Dalam matematika, sebuah angka digunakan untuk melambangkan bilangan dan itu merupakan suatu objek abstrak dalam matematika. Bagi orang-orang awam, angka dan bilangan seringkali dianggap sebagai sebuah objek yang sama. Memang bahasa Indonesia belum cukup baku digunakan sebagai alat komunikasi matematika, sehingga belum ada pernyataan resmi bahwa angka dan bilangan melambangkan dua hal yang sangat berbeda.
Bilangan juga memiliki sejarah. Sebagai pembelajar matematika, kita perlu mengetahui bagaimana sejarah dari bilangan. Pada awalnya bilangan hanya digunakan untuk mengingat jumlah oleh bangsa yang bermukim di sepanjang sungai-sungai besar. Seperti, bangsa Mesir di sepanjang Sungai Nil Afrika, bangsa Babilonia di sepanjang sungai Tigris dan Elfrat, bangsa Hindu di sepanjang sungai Indus dan Gangga serta bangsa China di sepanjang Sungai Hoang ho dan Yang Tze. Mereka memerlukan perhitungan dan penanggalan yang bisa dipakai untuk menandai adanya perubahan musim. Sehingga diperlukan alat-alat pengukur untuk mengukur persil-persil tanah yang dimiliki. Peningkatan peradaban juga memerlukan cara menilai kegiatan perdagangan, keuangan dan pemungutan pajak. Untuk keperluan praktis itu, maka dibutuhkan bilangan-bilangan untuk mempermudah perhitungan. Dahulunya, bilangan juga digunakan sebagai simboluntuk menggantikan suatu benda misalnya kerikil, ranting dan lainnya yang masing-masing bangsa memiliki cara tersendiri dalam menggambarkan bilangan dalam bentuk simbol. Dalam perkembangannya, pada abad ke-X ditemukan manuskrip Spanyol yang memuat penulisan simbol bilangan oleh bangsa Hindu-Arab Kuno dan cara penulisan itu yang menjadi cikal bakal penulisan simbol bilangan seperti yang kita gunakan hingga saat ini.