Matematika merupakan ilmu yang sangat
penting untuk kita ketahui dan kita pelajari. Matematika menjadi ilmu yang
mendasari kita dalam belajar ilmu pengetahuan lain. Banyak fungsi dari
matematika, salah satunya adalah sebagai alat berpikir. Dalam kenyataan memang
matematika itu tidak pernah terlepas dari pikiran. Matematika ada di dalam
pikiran kita. Seperti
pendapat Immanuel Kant, pemahaman matematika diperoleh dengan cara menemukan
intuisi murni terlebih dahulu dalam akal dan pikiran kita. Yang dimaksud
intuisi murni disini adalah intuisi terhadap ruang dan waktu.
Ruang dan waktu
memang menjadi unsur yang teramat penting dalam kehidupan kita. Kedua unsur itu
sangat berkaitan. Ruang dan waktu tidak bisa berada secara terpisah dalam
pandangan kita. Jika tidak ada waktu, maka tidak akan ada bagian dari ruang dan
juga sebaliknya. Kita tidak akan pernah
mengetahui waktu jika kita tidak memperhitungkan koordinat ruang, begitu
sebaliknya kita tidak akan mengetahui ruang bila tidak memperhatikan waktu.
Seringkali kita
menggambarkan ruang dalam bentuk tiga dimensi dimana mempunyai tinggi, lebar,
dan panjang. Padahal sebenarnya apa yang disebut ruang itu tidak hanya sebatas
itu. Ruang itu sangat luas dan tak berbatas. Dalam kehidupan sehari-hari,
sering kita mengistilahkan waktu dengan sekarang, nanti, sebelum, sesudah, lama, sebentar, besok, kemarin.
Istilah tersebut sangatlah pribadi. Waktu-ku akan bisa berbeda dengan waktu-mu.
Waktu sendiri sebenarnya tidak bisa kita ukur. Kita hanya bisa mengukur selisih
dari waktu. Misalnya jika kita menunjuk sesudah jam 5, artinya adalah ketika
jarum jam menunjuk angka sesudah 5. Kita hanya bisa melakukan pengukuran waktu
dengan menghitung selisih waktu sebelum dan sesudah. Misalnya, kita dapat
mengukur waktu 3 jam lama perjalanan ke suatu tempat, jika kita tahu pada jam
berapa kita berangkat dan jam berapa kita sampai pada tempat tujuan. Untuk
membatasi istilah waktu tersebut diperlukan dua peristiwa sebagai penanda.
Dapat disimpulkan
bahwa, ruang dan waktu itu merupakan sesuatu yang relatif dalam kehidupan kita
ini dan kehidupan kita ini menjadi relatif terhadap ruang dan waktu. Dalam dunia
matematika, ruang dan waktu bersifat relatif pula. Ruang dan
waktu menjadi bagian yang terpenting dalam matematika. Dan menurut Immanuel Kant, pemahaman konsep
matematika berdasarkan ruang dan waktu itu akan menghasilkan matematika sebagai
ilmu yang disebut sintetik a priori.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar