Minggu, 01 Januari 2012

PURSUING GOOD PRACTICE OF SECONDARY MATHEMATICS EDUCATION THROUGH LESSON STUDIES IN INDONESIA By : Mr. Marsigit Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Science, State University of Yogyakarta, Indonesia

Kesimpulan membaca oleh :
Dhanty Kumala Sari (10305144013)

http://dhantykumala.blogspot.com/


Hasil kegiatan belajar mengajar dan bertukar pikiran mendatangkan saran bahwa untuk meningkatkan pengajaran matematika dan sains di indonesia, dibutuhkan peran serta pemerintah,guru-guru dan kepala sekolah, serta sekolah-sekolah. Untuk mengenalkan praktek mengajar matematika dan sains yang baik, para guru perlu membudayakan upaya mereka dalam inovasi proses belajar mengajar yang memenuhi kebutuhan akademik siswa, mendorong siswa menjadi pembelajar aktif,mengembangkan berbagai strategi pengajaran, mengembangkan bahan pengajaran yang bervariasi, dan dalam mengembangkan evaluasi pengajaran. Dalam mengembangkan metode belajar mengajar para guru perlu merencanakan skenario mengajar, merencanakan kegiatan siswa, mendistribusikan tugas, mengembangkan metode penilaian dan memantau kemajuan prestasi siswa.
Untuk mendorong inovasi pendidikan, dibutuhkan peran kepala sekolah,yaitu:
1.)membuat suasana yang nyaman dalam proses belajar mengajar;
2.)mengenalkan berbagai metode mengajar dan sumberdaya belajar mengajar;
3.)memberi peluang pada guru dan siswa untuk mengembangkan kreatifitas mereka;
4.)mengenalkan pembelajaran yang kooperatif;
5.)mendukung guru dalam mengembangkan/membuat kurikulum;
6.)mengenalkan kelas penelitian sebagai model untuk inovasi pendidikan;
7.)melaksananakan sekolah yang berbasis manajemen; dan
8.)menggiatkan partisipasi orang tua siswa.

Selanjutnya, selain pihak dari sekolah, pemerintah pusat juga harus turut andil dalam meningkatkan kualitas pengajaran terutama untuk matematika dan sains . Diantaranya dengan :
1.)melaksanakan kurikulum yang tepat ,sederhana dan fleksibel;
2.)mendefinisikan peran guru yaitu guru harus memfasilitasi kebutuhan siswa untuk belajar;
3.)mendefinisikan kembali peran kepala sekolah,dalam arti kepala sekolah harus mendukung pengembangan profesional guru dengan memberikan kesempatan mereka untuk menghadiri dan berpartisipasi dalam pertemuan-pertemuan dan pelatihan;
4.)mendefinisikan peran sekolah(sekolah harus mempromosikan sekolah berbasis manajemen);
5.)mendefinisikan peran pengawas(pengawas harus memiliki latar belakang yang sama dengan guru agar dapat melakukan pengawasan akademik);
6.)meningkatkan guru dalam pengajaran dan pembelajaran matematika dan ilmu pengetahuan;
7.)mempromosikan kolaborasi yang baik antara sekolah dan universitas( komunikasi antara
dosen dan guru harus ditingkatkan, ini dapat dilakukan melalui kolaborasi
tindakan penelitian dan bertukar pengalaman melalui seminar dan lokakarya);
8.)mendefinisikan sistem evaluasi; dan
9.)mengenalkan paradigma baru dan inovasi pendidikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar